Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam

Tulisan di atas kayu salib itu berbunyi, ‘Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi”. (Yoh. 19:19)

Bacaan Kitab Suci : Yohanes 19:16-42

 

Pengadilan Yesus telah menyingkapkan kodratNya yang sejati sebagai raja. Penyaliban ini dipakai oleh Yohanes sebagai pentahtaan Yesus sebagai raja. Penyaliban ini meneruskan tema Yesus sebagai raja itu. Pilatus mewartakan bahwa Yesus raja, kepada dunia dalam tiga bahasa, jadi ketika dia ditinggikan, Yesus mulai menarik semua orang kepadaNya; ia menggenapi janjiNya.
Penggambaran Yohanes tentang penyaliban itu lebih diperuntukkan bagi kita daripada menggambarkan nasib Yesus. Misalnya, kemungkinan Yohanes ingin agar kita menganggap jubah Yesus yang tidak dijahit itu sebagai pakaian imam, suatu tanda bahwa kematianNya itu merupakan pengurbanan bagi kita.
Yesus memerintah sebagai raja dari atas kayu salib, dan memberikan karunia-karunia kepada para muridnya. Ketika seorang prajurit menusuk lambungNya, mengalirlah air dan darah. Ini menandakan bahwa janji Yesus tentang Roh Kudus yang akan diutusNya itu akan digenapi. Ini juga merupakan tanda permulaan bahwa Ia akan memberikan kurnia Roh KudusNya kepada para pengikutNya. Aliran air dan darah ni juga kita tafsirkan sebagai Yesus yang memberikan baptisan dan ekaristi kepada kita.
Ketika Pilatus yang putus asa itu akhirnya bertanya apakah ia harus menyalibkan seorang raja, orang banyak itu menjawab dengan menghujat, “Kita tidak mempunyai raja selain kaisar”. Dengan menolak Allah atau Mesiasnya sebagai raja mereka, orang-orang Israel ini menyangkal perjanjian mereka sebagai umat Allah.
Dari kesengsaraan Yesus hingga kematian – kebangkitanNya Allah sungguh-sungguh menghadirkan Dia sebagai Raja Semesta Alam bagi seluruh umat manusia. Dia yang menanggung sengsara bagi kita, Dia yang taat sampai mati dan bangkit mengalahkan maut, maka hari ini marilah kita menyambut Yesus Tuhan kita sebagai Raja Semesta Alam.

 

Tuhan Yesus, Engkaulah Raja Semesta Alam, Rajaku. Aku menyembah Engkau dan memuliakan Engkau,

karena Engkau mau mengurbankan hidupMu supaya aku mati bagi dosa-dosaku dan bangkit,

hidup bersatu dengan Engkau.

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Oase

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s