Mencari Kehendak Allah

RENCANA ALLAH

Selama hidup-Nya Yesus selalu berpegang kepada kehendak Allah Bapa-Nya. Kehendak Bapa itulah pedoman hidup-Nya. Segala sesuatu dilakukan-Nya sesuai dan selaras dengan kehendak Bapa. “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku.” (Yoh. 4:34) Kedatangan-Nya ke dunia justru hanya mempunyai satu tujuan, yaitu melakukan kehendak Bapa: “kurban persembahan tidak Engkau kehendaki . . Lalu Aku berkata: “Sungguh Aku datang . . . untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku.” (Ibr. 10:5-7) Ia telah turun dari Surga hanya dengan satu tujuan melakukan kehendak Bapa. “Aku telah turun dari surga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.” (Yoh. 6:38) Oleh karena itu Ia dapat melakukan segala pekerjaan besar yang dipercayakan Bapa kepada-Nya. Bapa sendiri pun amat berkenan kepada-Nya, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.” (Mrk. 9:7) Dan sebelum itu, ketika Ia dibaptis di Sungai Yordan, Bapa memberikan kesaksian ini: “Engkaulah Anak yang Kukasihi, kepadaMulah Aku berkenan.” (Mrk. 1:11)

Oleh karena itu bagi kita pun kehendak Allah adalah norma tertinggi hidup kita. Tak ada sesuatu yang lebih suci, tak ada sesuatu yang lebih luhur dan lebih benar daripada kehendak Allah. Kehendak Allah adalah pangkal keselamatan kita, pangkal kebahagiaan kita. Kehendak Allah adalah juga pangkal keberhasilan kita. Kehendak Allah adalah kebijaksanaan dan hikmat tertinggi.

Apa yang dikehendaki Allah, adalah yang terbaik bagi kita, karena Allah hanya menghendaki apa yang terbaik saja bagi kita. Sejak semula Allah telah mempunyai rencana yang indah bagi kita. Karena Ia mengasihi kita, segala sesuatu yang direncanakan-Nya bagi kita adalah baik. Seperti dikatakan-Nya dalam Kitab Nabi Yeremia, Ia hanya mempunyai rencana yang indah bagi kita.

“Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan penuh harapan.” (Yer. 29:11)

Itulah sebabnya ketika Allah menciptakan alam semesta ini, semuanya diciptakan dalam keadaan baik. Setiap kali selesai menciptakan karya ciptaan-Nya dan melihat bahwa “semuanya baik” (Kej. 1:10). Dan ketika Ia selesai menciptakan manusia, Kitab Suci bahkan mengatakan “bahwa semuanya amat baik” (Kej. 1:31). Karena itu sejak semula rencana Allah bagi kita semuanya indah dan baik. Ia menciptakan Firdaus untuk manusia (Kej. 2:8-15). Hubungan antara Allah dan manusia pun amat mesra waktu itu. Hal itu digambarkan dengan lukisan ini: “Sore hari Allah berjalan-jalan di taman itu” (Kej. 3:8). Itulah rencana Tuhan bagi kita, yaitu supaya kita bahagia; baik di dunia ini maupun di dunia yang akan datang. Oleh karena itu, supaya hidup kita penuh dengan kebahagiaan kita harus hidup sesuai dengan kehendak Allah. Bila hidup kita serasi dengan kehendak-Nya, kita akan bahagia, sebaliknya jika kita hidup bertentangan dengan kehendak Allah, maka kita akan merana. Maka kita harus selalu menyadari betapa pentingnya hidup menurut kehendak Allah.

 

MENGENALI KEHENDAK ALLAH

Untuk memperoleh hidup yang bahagia kita harus selalu menuruti kehendak Allah. Lalu bagaimana kita dapat mengenali kehendak Allah itu? Kehendak Allah ini dapat dikenal melalui beberapa sumber:

1. Firman Tuhan

Sumber pertama dan terutama untuk mengenali kehendak Allah ialah firman Tuhan sendiri. Melalui firman-Nya itu, Allah menyatakan apa yang menjadi rencana-Nya, apa yang menjadi kehendak-Nya. Sehingga dengan mengikuti firman Tuhan, kita akan sampai pada pengenalan yang sempurna akan kehendak Allah. Misalnya bila Tuhan bersabda: “Aku mengasihi engkau dengan kasih abadi,” kita harus sungguh-sungguh percaya, bahwa itu benar, bahwa Tuhan mengasihi kita. Bila Ia menyuruh menyerahkan segala kekuatiran kepada-Nya, itu berarti bahwa bila kita melakukannya, Ia sendiri akan melindungi kita dan membebaskan kita. Firman Tuhan menyatakan kepada kita segala kehendak dan rencana-Nya, serta pikiran-Nya sendiri. Jadi dengan mempelajari firman Tuhan, kita akan mengetahui kehendak Allah sendiri. Firman Tuhan itu kita jumpai dalam Kitab Suci. Namun karena manusia sering mengabaikan firman Tuhan, hidupnya juga dipenuhi dengan segala macam kekacauan.

2. Ajaran Gereja

Ajaran Gereja juga menyatakan kehendak Allah, karena Gereja didirikan oleh Tuhan Yesus sendiri dan dijiwai oleh Roh Kudus. Ia didirikan justru untuk mengajar dan membimbing para murid serta untuk menafsirkan firman Tuhan secara otentik, artinya secara tepat dan benar. Oleh karena itu, dengan menerima ajaran Gereja, kita menerima ajaran Tuhan sendiri. Dengan mengikuti petunjuk Allah sendiri: “Siapa yang mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku.” (Luk. 10:16).

3. Status Hidup

Status hidup seseorang serta kewajiban yang mengalir daripadanya juga merupakan pancaran kehendak Allah. Allah menghendaki supaya suami dan istri saling mengasihi dengan segenap hati dan dengan setia. Ia menghendaki supaya anak-anak saling mencintai dan menghormati orang tuanya, dan sebaliknya supaya orang tua mendidik anak-anaknya secara kristiani. Allah menghendaki, supaya seorang kepala keluarga bertanggungjawab terhadap kesejahteraan keluarganya dan hidup sebagai seorang kepala keluarga dan bukan sebagai biarawan. Misalnya ia tidak dapat melalaikan keluarganya dengan dalih melayani Tuhan, atau seorang istri tidak melayani suami dan anak-anaknya karena mau melayani Tuhan. Kalau begitu, apakah mereka tidak boleh melayani Tuhan? Boleh, dan bahkan wajib, namun caranya harus sesuai dengan status dan situasi hidupnya. Oleh karena itu, bila Anda mempunyai tanggungjawab yang bermacam-macam, semuanya itu bisa saling tabrakan. Misalnya: bila Anda mengikuti pelbagai macam kegiatan sekaligus, sehingga akhirnya menjadi bingung sendiri bagaimana caranya mengatur waktu. Anda harus mendahulukan apa yang menjadi prioritas utama, sehingga Anda sendiri tidak akan menjadi bingung. Jangan mencari jam ke-25, melainkan adakanlah prioritas dalam hidup Anda.

4. Tanda-tanda Lahiriah

Peristiwa atau kejadian yang Anda hadapi dan alami dapat menjadi petunjuk akan kehendak Allah bagi Anda. Perhatikan apa yang terjadi di sekitar Anda dan berdoalah, supaya diberi hikmat untuk mengerti pesan Tuhan lewat segala peristiwa itu. Kita tahu, bahwa tidak ada peristiwa yang terjadi tanpa diketahui oleh Allah. Kita juga yakin, bahwa Allah dapat mengatur segala peristiwa atau kejadian sedemikian rupa, sehingga dari peristiwa dan kejadian itu tampak jelas kehendak-Nya. Misalnya di tempat Anda atau di paroki Anda ada persekutuan doa atau komunitas, atau kegiatan rohani lainnya yang dapat membangun iman umat. Itu berarti bahwa Anda dipanggil Tuhan untuk ikut mendukung dan bukannya untuk melawan inisiatif yang serupa itu. Bila tetangga Anda dalam kesukaran besar atau bila sahabat Anda berada dalam suatu keadaan krisis, itu berarti bahwa Allah meminta Anda melakukan sesuatu bagi mereka. Bila Anda merasa tenaga terkuras, bingung, dan mudah jengkel dalam kegiatan yang baru Anda ikuti, mungkin itu tanda bahwa Anda harus memikirkan kembali pendekatan Anda atau meninjau kembali keputusan Anda. Itulah tanda-tanda lahiriah yang dapat dipakai Allah untuk berbicara kepada Anda. Kadang-kadang kehendak Allah begitu jelasnya, baik lewat tanda maupun peristiwa lahiriah yang disertai pengertian batin sehingga tidak ada keraguan lagi. Namun seringkali juga tidak jelas, sehingga hanya akan dapat diketahui bila Anda mengikuti bimbingan batin Allah sendiri yang dilakukan-Nya lewat dorongan dan gerak batin Anda.

5. Tanda-tanda batin

Tanda-tanda batin ini tertulis dalam batin kita sendiri oleh Roh Kudus. Tanda-tanda ini dapat berupa sabda batin, penglihatan, rasa batin, kecenderungan hati atau pengertian batin yang datang dari Roh Kudus yang hadir dalam diri kita. Melalui semua ini Roh mau menunjukkan kepada kita arah mana yang harus kita ambil dalam perjalanan hidup kita ini. Sabda batin atau penglihatan memang merupakan suatu bimbingan yang khusus, jarang terjadi. Untuk itu uraian lebih lanjut silakan membaca buku saya: “Cita-cita Rohani Yohanes dari Salib”. Pada kesempatan ini saya hanya akan membahas bimbingan yang lebih umum lewat rasa batin, kecenderungan hati atau pengertian batin. Mengenali tanda-tanda batin serta sekaligus menafsirkan tanda-tanda lahiriah adalah proses yang lebih lazim dan yang memang seringkali harus kita lakukan. Hal itu khususnya akan kita perlukan bila kita menghadapi situasi-situasi tertentu seperti:

§          Bila kita menghadapi suatu pilihan antara dua atau lebih hal yang baik, seperti umpamanya: apakah aku harus mengikuti kegiatan rutin tertentu ataukah harus tinggal di rumah bersama keluarga; apakah aku harus menerima tawaran untuk ikut seminari atau ikut pelayanan tertentu; apakah aku harus hidup berkeluarga atau masuk biara/seminari; ataukah aku harus hidup selibat untuk Tuhan di tengah dunia?

§          Bila kita menghadapi suatu situasi baru, kesempatan baru, atau pilihan seperti misalnya ada tawaran pekerjaan baru, atau diminta untuk pelayanan ditempat tertentu, dan lain sebagainya.

 

Written by Rm. Yohanes Indrakusuma 

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Oase

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s