Tesis Unik Romo Yeppy

tesisRomo R. Yeppy Emmanuelle .Pr telah menempuh kuliahnya di Perancis untuk tahun ke-5. Dan pada tahun 2012, Romo Yeppy berlibur di Purwokerto sekaligus mencari data tesisnya.
Team Cor Unum sempat berbincang dengan Romo Yeppy Agustus lalu, terkait penelitiannya untul tesis yang sedang dibuat.
Unik teryata setelah mengetahui objek penelitian Romo Yeppy. Siapa sangka ternyata Romo Yeppy memilih topik kesurupan massal pada siswa/i Sekolah Menengah Atas negeri hingga swasta. Apa sebenarnya yang melatarbelakangiRomo Yeppy untuk memilih topik ini?
Di Perancis, Romo Yeppy mengambil fokus tentang Ilmu Sosial Inter Disipliner yang memang tengah berkembang di sana. Fungsi dari ilmu ini adalah untuk membantu memecahkan masalah sosial melalui analisis berbagai macam sudut pandang ilmu  (antropologi, sosiologi, sejarah, dan psikologi), sehingga tidak hanya terkotak-kotak pada satu ilmu saja. Pada awalnya, Romo Yeppy memiliki sebuah topik tentang emosi kolektif, contohnya adalah demonstrasi.
Dalam emosi kolektif ini mengandung keseluruhan unsur inter disipliner tersebut. Isu ini juga banyak ditemui di Indonesia. Sayangnya, untuk mencari data demonstrasi di Keuskupan Purwokerto dirasa agak sulit, mengingat kebanyakan demonstrasi terjadi di kota besar seperti Jakarta dan Yogyakarta. Karena itulah Romo Yeppy kemudian mencari topik yang banyak ditemui di Keuskupan Purwokerto hingga akhirnya ketemulah topik tentang kesurupan massal ini.
Lokasi penelitian Romo Yeppy meliputi Wonosobo, Purwokerto, Purbalingga, dan Bukateja. Narasumber dari setiap daerah diwawancarai untuk memperoleh data yang terpercaya. Dari data ini, ada hipotesa yang hendak dijawab oleh Romo Yeppy, yaitu “Apakah agama dapat meredam peluang terjadinya kesurupan massal atau sebaliknya”.
Hasil penelitian dan wawancara dengan para narasumber yang mengalami kesurupan sangat menarik mengingat mitologi Jawa masih sangat kuat melekat pada para narasumber. Mereka mengungkapkan bahwa mereka dirasuki roh-roh halus. Namun ternyata setelah ditelusuri ke rumah narasumber, persoalan yang terjadi lebih kompleks. Ada permasalahan sosio ekonomi dalam keluarga yang mempengaruhi kesurupan massal tersebut.
Dalam menyelesaikan tesisnya, Romo Yeppy dibantu oleh tiga orang dosen pembimbing yang sangat berpengalaman. Dua orang dosen pembimbing Romo Yeppy pernah melakukan penelitian di Indonesia masing-masing selama 10 dan 25 tahun. Sedangkan seorang pembimbingnya lagi merupakan pakar dalam bidang ilmu emosional kolektif.
Harapan Romo Yeppy atas tesisnya ini agar saat pulang ke Indonesia nanti dapat mengamalkan ilmunya agar siap pakai dan membuat gereja semakin memasyarakat, sesuai dengan semboyan bapak Uskup. Rencananya bila tesisnya berjalan dengan lancar, Romo Yeppy dapat lulus pada September 2013.
*Caesilia Cindy

Sumber : http://www.keuskupan-purwokerto.com

Iklan

Tinggalkan komentar

14 Oktober 2014 · 19:09

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s